12.11.10

Menunggu Sampai......

Standard
Menghitung langkahmu
aku diam
masihkah aku kauanggap ada
dalam pandanganmu
ataukah aku kauanggap sesuatu yang lain
yang berbeda, yang tak hidup
yang tak pantas dikenal?
sehingga kaupikir aku akan pergi begitu saja
saat kaupergi saat ini?


Kau sudah sejauh itu
sejauh itu dariku
dan kini semakin jauh dan menjauh
kaupergi menjauh dariku
dari semua yang telah kaubuat
tapi aku tetap diam

bertahun telah berlalu
pasti kau tak kan menyangka
karena aku pun tak menyangka
sekarang langit runtuh
seperti hatiku yang sedang runtuh
seperti hatiku yang sedang runtuh
aku merindukanmu

aku diam menunggumu dalam sepi
menantimu yang dulu menjanjikanku
kedatanganmu kembali
aku diam dalam mendung hati
pagi ini aku sedang menunggu
menunggumu sampai siang

panas terik matahari siang ini
tak membuatku lelah
aku tak ingin berhenti menunggumu
aku akan menahan dan melawan  semua serangan
si raja siang
matahari pun perlahan namun pasti
pergi meninggalkanku
dan aku tetap menunggumu
menunggu sampai malam

dingin mencekam, walau sesungguhnya
tak ada mendung di angkasa
tapi mendung hati tak mau menyingkir
ia tak mau membiarkanku menunggumu
menanti kedatanganmu bersama bulan dan bintang
cahaya untukku malam ini
malam berlanjut dan aku pun menunggumu sampai larut

larut, larut, larut, kini terasa semakin sepi
semakin dingin kurasakan, aku menggigil
tapi kau tak kunjung datang, tak pedulikah kau kepadaku?
kaujanjikan aku hari ini kau akan kembali
maaf, tubuhku sudah tak sanggup lagi
padahal aku masih ingin menunggumu
wahai pangeranku, aku masih tetap menunggumu
menunggumu sampai mati...



Neea

0 opini:

Posting Komentar