28.11.10

K.D. 11.1.1 Menemukan Pokok-Pokok Isi Sambutan atau Khotbah yang Didengar

Standard
Nama: Kurnia N. Layli
Kelas: X-2
No. Absen: 18


K.D. 11.1.1 Menemukan Pokok-Pokok Isi Sambutan atau Khotbah yang Didengar

Indikator:

1. Mencatat pokok-pokok isi khotbah/sambutan yang didengar
2. Menuliskan pokok-pokok isi sambutan tersebut ke dalam beberapa kalimat
3. Menyampaikan (secara lisan) ringkasan sambutan/khotbah



Pokok-Pokok Berita
1. Ada yang harus disiapkan sebelum pulang kampung ke akhirat.
2. Zakat--> 'ongkos' ke akhirat.
3. Zakat--> penyempurna puasa.
4. Zakat--> Penyucian, penyempurnaan dari sesuatu yang kotor.
5. Puasa tanpa zakat--> puasanya menggantung antara langit dengan bumi.
6. Zakat fitrah--> membersihkan diri.
7. Zakat maal--> membersihkan harta.
8. Shodaqoh--> 'kotoran' harta.
9. zakat fitrah untuk bayi (yang baru lahir)--> menyucikan sesuatu yang suci menjadi lebih suci.
10. Ciri orang yang beriman--> Q.S. Al Mu'minuun 1-11--> senantiasa membayar zakat (Rukun Islam)






 







11. Untuk membayar zakat maal yang sudah mencapai haul, tidak boleh telat.
12. Indonesia berpotensi mengumpulkan zakat sebanyak 16 triliyun rupiah.
13. Zakat Indonesia tidak mencapai 10% dari 16 triliyun rupiah.
14. Zakat berulangkali disebutkan dalam Al-Quran dalam satu rangkaian setelah sholat.


15. Penyebab zakat Indonesia kurang dari 10% dari 16 triliun rupiah-->banyak muzakki memberikan zakat sendiri.
16. Sesungguhnya zakat untuk fakir dan miskin.
17. Fakir: orang yang tidak memiliki ketetapan hidup.
18. Miskin: orang yang memiliki pekerjaan tetap tapi tidak bisa memenuhi kebutuhan seharo-harinya.
19. Banyak orang berzakat--> belum bisa membantu Indonesia.
20. Penyebab: perbedaan pihak yang diberi zakat.
21. Salah satu manfaat zakat: menyebabkan orang tidak pelit.
22. Orang dermawan akan selalu ditolong orang kalau diganggu.

Ringkasan
Ada yang harus disiapkan sebelum pulang kampung ke dunia akhirat. Salah satunya adalah zakat. Yang disebut dengan zakat secara sederhana adalah penyempurna puasa. Zakat merupakan penyucian dan penyempurna dari sesuatu yang kotor. Orang yang tidak menunaikan zakat setelah berpuasa, puasanya akan menggantung di antara langit dengan bumi.
Ada dua jenis zakat, yaitu zakat fitrah dan zakat maal. Secara sederhana, yang disebut dengan zakat fitrah adalah pembersih diri. Sedangkan zakat maal adalah pembersih harta yang dimiliki.
Selain itu juga ada yang disebut dengan shodaqoh. Shodaqoh juga bisa disebut sebagai 'kotoran' harta. Shodaqoh dibayarkan di luar bulan Ramadhan.
Zakat fitrah untuk bayi (yang baru lahir) merupakan penyuci sesuatu yang suci menjadi lebih suci lagi.
Ciri orang yang beriman salah satunya adalah senantiasa membayar zakat. Hal itu telah dijelaskan dalam Q.S. Mu'minuun: 1-11.
Untuk membayar zakat maal yang telah mencapai haul, tidak boleh terlambat. Contohnya, ketika kita membentuk suatu usaha pada bulan Rajab, maka kita harus membayarkan zakat pada bulan Rajab tahun depannya. Tidak boleh menunggu bulan Ramadhan untuk membayar zakatnya.
Berdasarkan data, masyarakat Indonesia berpotensi untuk mengumpulkan zakat sebanyak Rp16.000.000.000.000,00. Namun menurut data pula, yang terkumpul kurang dari 10%. Penyebabnya adalah kebanyakan muzakki (orang yang wajib membayar zakat) membayarkan zakatnya sendiri tanpa melalui badan amil zakat.
Sesungguhnya zakat diberikan pada fakir dan miskin. Yang disebut denan fakir adalah oran yang tidak memiliki ketetapan dalam hidupnya. Tidak mempunyai pekerjaan yang tetap sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sedangkan yang disebut dengan miskin adalah orang yang memiliki pekerjaan tetap tetapi hasil dari pekerjaannya itu tidak mencukupi kebutuhan hidupny sehari-hari.
Oleh karena itu, Allah mengutamakan fakir sebagai mustahik (orang yang menerima zakat). Para penerima zakat sudah ditentukan dalam Q.S. At Taubah: 60.
Pada zaman Rasulullah, membayar zakat pada badan amil zakat. Sehingga jika ada kelompok yang tidak membayarkan zakat, maka Abu Bakar akan memeranginya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya zakat bagi kemaslahatan manusia. Itu berarti zakat memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah membuat manusia tidak pelit. Orang yang dermawan akan selalu dibantu oleh Allah melalui orang lain jiak dia diganggu oleh orang lain.


Q.S. Al Mu'minuun: 1-11






 








Q.S. Al Bayyinah: 5



Q.S. At Taubah: 60

0 opini:

Posting Komentar